Radar Kajen

709 Mahasiswa KKN Ditarik

KKN Unikal

TARIK – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi secara resmi menarik 709 mahasiswa KKN Unikal yang telah diterjunkan selama sebulan di 13 kecamatan.
MUHAMMAD HADIYAN

Mahasiswa Universitas Pekalongan (Unikal) yang telah selesai melakukan kuliah kerja nyata di 13 kecamatan kembali ditarik. Penarikan mahasiswa KKN ini setelah mereka menjalani masa pengabdian selama 1 bulan, mulai 9 Januari hingga 8 Februari 2018.

Kegiatan penarikan KKN Mahasiswa Unikal berlangsung di pendopo Kecamatan Bojong, Kamis (8/2). Dari 709 mahasiswa yang telah menjalankan KKN tersebut, sembilan di antaranya merupakan mahasiswa dari negara Brunei Darusalam.

Penarikan mahasiswa KKN dihadiri oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, Ketua Tim Penggerak PKK Munafah Asip Kholbihi, Wakil Rektor I Unikal Dr Halimah, Ketua KKN Ubad Badrudin, beserta para dosen pembimbing, para Kepala OPD, para Camat beserta unsur Muspika ke-13 Kecamatan sasaran KKN.

Bupati dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada civitas akademika Unikal yang telah melakukan KKN di 13 Kecamatan di Kabupaten Pekalongan selama 1 bulan.

“KKN ini manfaatnya bisa kita rasakan, yaitu masyarakat menjadi termotivasi dan terinspirasi. Dengan adanya KKN ini juga, menjadikan masyarakat tahu tentang teknologi terapan yang diajarkan oleh para mahasiswa,” kata Bupati.

Asip mengutarakan bahwa desa-desa yang ada di Kabupaten Pekalongan pada hakikatnya kaya karena masing-masing desa memiliki tiga sumber daya, yaitu sumber daya manusia, sumber daya alam dan sumber daya sosial. “Ketiga sumber daya tersebut perlu kita teliti, kita kembangkan dan kita kelola dengan baik. Maka akan menjadi kekuatan yang berharga untuk dikembangkan terus-menerus,” terang Asip.

“Saya perintahkan kepada Kepala Bappeda dan Litbang agar nanti hasil-hasil karya KKN Mahasiswa Unikal ini difollow-up untuk menjadi program di masing-masing OPD terutama yang menyangkut pemberdayaan sumber daya alam untuk kita jadikan contoh. Jadi hasil KKN dinaikan menjadi produk unggulan masyarakat desa dan kemudian akan kita jadikan the best practice,” ujarnya.

Bupati berharap KKN Mahasiswa Unikal akan bermanfaat bagi peningkatan angka partisipasi akseptor KB di Kabupaten Pekalongan. Di samping juga terjadi pengembangan sumber daya yang ada di desa, utamanya adalah termotivasinya masyarakat desa untuk bisa menyekolahkan anaknya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Senada dengan Bupati, Wakil Rektor I Unikal Dr Halimah mengharapkan para mahasiswa yang telah usai melaksanakan KKN untuk tidak begitu saja melupakan ataupun meninggalkan desa tempat ber-KKN. Namun sebaliknya, kata Dr Halimah, suatu saat nanti para mahasiswa bisa memfollow-up bagaimana perkembangan masyarakat desa yang dijadikan tempat KKN itu benar-benar menindaklanjuti apa yang pernah menjadi program para mahasiswa, yaitu program keluarga berencana.

“Kami harapkan para mahasiswa untuk bisa melakukan hal itu agar apa yang adik-adik lakukan saat KKN dulu itu bermanfaat betul bagi masyarakat desa setempat,” katanya.

Sementara itu, Ketua KKN Ubad Badrudin, SP.MP dalam laporannya menyampaikan bahwa KKN yang bertemakan Kampung KB tersebut dilakukan bersinergi dengan program yang ada di Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

Dijelaskan Ubad, lokasi KKN berada di 78 Dukuh Kampung KB di 13 Kecamatan Kabupaten Pekalongan. Dari 13 Kecamatan dipilih 2 Desa dan di masing-masing Desa dipilih 3 Dukuh atau 3 kelompok KKN, masing-masing kelompok terdiri dari 8 hingga 9 mahasiswa. Lokasi KKN masing-masing di Kecamatan Wonokerto, Talun, Kedungwuni, Doro, Wonopringgo, Bojong, Karanganyar, Paninggaran, Kajen, Buaran, Kesesi, Sragi dan Karangdadap.

“Alhamdulillah semua program telah selesai dilaksanakan para mahasiswa, termasuk sepekan safari KB. Jadi di masing-masing Desa yang menjadi tempat KKN, para mahasiswa melaksanakan penjaringan kepada masyarakat untuk ikut KB dan alhamdulillah banyak yang mau ikut,” jelasnya. (yan)

Penulis: M. Hadiyan & Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments