Radar Jateng

Jelang Imlek, Ikan Dewa Seharga Rp 1 Juta per Kg Banyak Diburu

Jelang Imlek, Ikan Dewa Seharga Rp 1 Juta per Kg Banyak Diburu

IKAN DEWA – Seorang petambak menunjukan Ikan Dewa yang dibudidayakan di Banyumas.
DETIK

Banyumas – Menjelang Imlek, permintaan ikan dewa atau Torsoro di Banyumas meningkat tajam. Salah satu tempat budidaya Ikan Dewa di Kecamatan Cilongok saat ini sudah kebanjiran pesanan.

“Untuk Imlek warga keturunan yang sering menggunakan (beli). Biasanya mereka punya kepercayaan sendiri untuk acara Imlek, mereka beli yang masih hidup di sini dan biasanya dimasak sendiri. Selain itu biasanya suku-suku Batak untuk wilayah di sini ngambil untuk acara adat dari melahirkan, nikahan dan untuk 7 bulanan,” kata Supriyadi, manager di salah satu tempat budidaya ikan Dewa kepada wartawan, Banyumas, Rabu (7/2).

Menurut dia, permintaan ikan Dewa mulai meningkat sejak satu bulan sebelum Imlek. Permintaan akan terus meningkat sampai pada puncaknya sepekan terakhir menjelang Imlek.

Pelanggannya tidak hanya datang dari Banyumas tapi juga dari Jakarta, Bandung, Bogor, hingga Sumetera Selatan.

“Kalau hari-hari biasa hanya untuk kepentingan luar daereh, hanya beli bibit khususnya ke Jawa Barat, Jakarta. Untuk konsumsi hanya dijual di resto kami sekitar Purbalingga dan Banyumas, Bandung, Jakarta termasuk Sumatera Selatan,” jelasnya, seperti diberitakan detikcom.

Supriyadi mengatakan ikah Dewa di tempat budidayanya dihargai Rp 1 juta per kg.

Dia menjelaskan, harganya yang mahal dikarenakan ikan dewa mempunyai albumin yang sangat tinggi. Selain itu, Supriyadi mengatakan bahwa ikan tersebut sangat langka dan hampir punah.

Ikan Dewa yang dibudidayakan di Banyumas.Ikan Dewa yang dibudidayakan di Banyumas. Foto: Arbi Anugrah/detikcom

“Di sebagian wilayah di Indonesia dikeramatkan. Bahkan di Sumatera Barat, ikan ini hanya diambil dalam waktu satu tahun sekali saat Maulud, itupun harus dengan prosesi adat. Ikan ini dahulu dipercaya hanya di konsumsi oleh kalangan raja usai berperang, atau istri raja usai melahirkan. Kalau menurut literatur orang Belanda, mereka menyebut ikan ini Salmon From Java,” urainya.

Pembudidaya ikan Dewa di Banyumas, Sukaryo mengatakan penjualan tahun ini meningkat dibanding tahun lalu. Jika tahun lalu dia menjual 1,5 kuintal, maka tahun ini dia bisa menjual hingga 2 kuintal.

“Itu untuk ukuran konsumsi, harga Rp 1 juta per kilogram. Konsumsi khususnya orang Tionghoa karena untuk ikan ini mungkin ada ritual sediri atau mistisnya untuk orang Tionghoa, lalu ikan ini juga mempunyai albumin tinggi,” kata Sukaryo.

Dia menjelaskan, untuk budidaya ikan dewa sendiri sebenarnya tidak terlalu sulit. Mulai dari pembenihan saat perawatan telur sampai konsumsi biasanya membutuhkan waktu sekitar 1,5 tahun.

Sementara saat dikonsumsi, daging ikan ini mempunyai tekstur yang sangat lembut. Bahkan duri dari ikan sangat lembut.

“Budidaya kesulitannya paling di penyakit kutu saja, yang lain-lain tidak. Pemijahan juga tidak susah, paling susah di pembenihan saat perawatan telur sampai ikan berukuan 1 cm dengan tingkat kematian bisa sampai 30 persen. Untuk konsumsi sekitar 1,5 tahun dari ukuran awal 1 cm,” ujarnya.

Facebook Comments