Radar Tegal

Tiga Oknum Wartawan dan LSM Peras PNS

Tiga Oknum Wartawan dan LSM Peras PNS

BARANG BUKTI – Kapolsek Kompol Agus Endro Wibowo bersama Polwan menunjukan uang jutaan rupiah BB pemerasan oknum.
AGUS WIBOWO/RADAR TEGAL

TEGAL – Nama baik wartawan kembali tercoreng akibat tindakan tak terpuji tiga orang yang mengaku-ngaku sebagai wartawan dan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Mereka diringkus petugas Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Sektor Sumur Panggang dibantu Tim Satuan Berantas Pungutan Liar (Saber Pungli) Mapolres Tegal Kota, kemarin.

Ketiganya diamankan lantaran telah melakukan upaya dugaan pemerasan terhadap pegawai di Kecamatan Margadana. Dari tangan mereka, polisi juga mengamankan barang bukti uang jutaan rupiaj dan id card, serta lencana yang mirip milik lembaga Bhayangkara.

”Pengungkapan kasus pemerasan ini, bermula adanya laporan dari korban yang melaporkan kepada kami. Dari informasi itu, kami juga melakukan pengumpulan data hingga akhirnya melakukan penangkapan terhadap tiga orang yang mengaku sebagai wartawan dan LSM Buser Indonesia,” tegas Kapolres Tegal Kota AKBP Jon Wesly Arianto SIK melalui Kapolsek Sumur Panggang Kompol Agus Endro Wibowo SH MH, Minggu (4/2), saat menggelar jumpa pers.

Agus Endro juga menyebut kronologi kejadiannya berawal korban didatangi oleh tiga orang yang mengaku sebagai wartawan dan LSM. Termasuk diantaranya mereka mengaku sebagai Tim Saber Pungli Pusat. Mereka diantaranya yakni Firdaus Andika, 41, pekerjaan Nelayan, warga Desa Kertabesuki Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes, Saeful Arifin, 35, pekerjaan Nelayan warga Jalan Bandeng Kelurahan Tegalsari Kecamatan Tegal Barat Kota Tegal dan Arief Ferdianto, 28, Karyawan swasta warga Dukuh Karangjambu Desa Wadasmalang Kecamatan Karangsambung Kabupaten Kebumen.

Dalam komunikasinya di kantor Kecamatan pada Jumat (2/2), ketiga oknum itu menegaskan soal adanya pungli di lingkungan Kecamatan Margadana. Kemudian, dengan melakukan penggertakan serta ancaman, para oknum itu menegaskan akan melaporkan ke Gubernur dan Kapolres.

”Gertakan dan ancaman itupun membuat korban ketakutan. Hingga para pelaku ini meminta sejumlah uang yang berkisar sekitar Rp 10 juta. Namun korban mengaku tidak memiliki uang sebanyak itu. Hingga tawar menawar pun terjadi,” ulasnya.

Korban mengaku saat itu hanya memiliki uang sekitar Rp 3 juta. Kemudian, korban meminjam uang pada rekannya sekitar Rp 2 juta. Hingga, uang sekitar Rp 5 juta diserahkan kepada pelaku.

”Dari kejadian itu, korban yang diperas, ditekan dan ditakut-takuti tersebut akhirnya melaporkan hal ini ke kami. Dan kami langsung bergerak mencari fakta dan data. Dan pada Sabtu (3/2) sekitar pukul 13.00 WIB, kami berhasil mengamankan pelaku saat berada di Polres Brebes,” bebernya.

Dalam penangkapan itu, dipimpin langsung oleh Ipda Lilik Guntoro, yang sebelumnya sempat mendatangi Rumah Kost tersangka.

”Jadi, modusnya pelaku melakukan ancaman. Sedangkan dari informasi yang didapat, memang ada keresahan di masyarakat. Informasinya, mereka juga melakukan perbuatan sama di Dinas Pendidikan, dan kantor kecamatan. Namun, saat ini kami belum punya bukti cukup dan ini masih kami kembangkan juga,” ungkapnya.

Sementara dari pengakuan pelaku, uang Rp 5 juta sudah dibagi tiga orang. Dan dari uang itu, tersisa Rp 1,6 juta yang kini diamankan sebagai barang bukti. Termasuk diantaranya id card serta lencana milik salah satu pelaku. Diantaranya, id card Firdaus Andhika, yang mengaku sebagai Korlip Warta Hukum, Saeful Arifin Wakil Ketua II LSM Buser Indonesia, dan Arief Ferdianto wartawan yang mengaku sebagai FHI.

”Atas perbuatan itu, pelaku kami ancam dengan Pasal 368 KUHP dengan ancaman hukumannya sekitar 9 tahun,” Kata Agus.

Merasa Jadi Korban Peras, Lapor Polisi

Kompol Agus Endro Wibowo menambahkan, kepada warga atau lembaga dan dinas yang pernah diperas oleh para oknum yang mengaku sebagai wartawan dan LSM itu untuk segera melapor polisi atau Tim Saber Pungli.

”Kalau dapat info soal aksi mereka di Dinas Pendidikan dan Kantor Kecamatan iya, saya denger. Cuman belum ada bukti atau orang yang melapor kejadiannya,” tegas Kapolsek yang akrab disapa Gus Endro, usai jumpa pers Minggu sore kemarin.

Kapolsek Sumpang itu juga berpesan kepada masyarakat, dinas atau para pegawai untuk tidak takut ketika menghadapi para oknum itu. Apalagi, jika mereka melakukan penekanan dan ujung-ujungnya meminta uang.

”Kalau memang tidak salah, kenapa takut,” jelasnya.

Gus Endro juga berharap ada laporan lain, atau para korban yang pernah menjadi perasan oknum tersebut. Diantaranya yakni Firdaus Andika, 41, pekerjaan Nelayan, warga Desa Kertabesuki Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes, Saeful Arifin, 35, pekerjaan Nelayan warga Jalan Bandeng Kelurahan Tegalsari Kecamatan Tegal Barat Kota Tegal dan Arief Ferdianto, 28, Karyawan swasta warga Dukuh Karangjambu Desa Wadasmalang Kecamatan Karangsambung Kabupaten Kebumen.

”Mereka diantaranya Firdaus Andhika, yang mengaku sebagai Korlip Warta Hukum, Saeful Arifin Wakil Ketua II LSM Buser Indonesia, dan Arief Ferdianto wartawan yang mengaku sebagai FHI,” bebernya.

Jadi, untuk sementara para oknum itu hanya di Kecamatan Margadana. Namun, hal ini juga bisa berkembang jika nanti ada laporan yang baru lagi. Dan atas perbuatan itu, pelaku diancam dengan pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun. (gus)

Facebook Comments