Radar Tegal

Lapas Slawi Ricuh

Lapas Slawi Ricuh

PENGAMANAN – Kapolres Tegal AKBP Heru Sutopo bersama anggotanya melakukan pengamanan di Lapas Klas IIB Tegalandong, Kabupaten Tegal, Jumat (2/2).
YERRY NOVEL

SLAWI – Penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Tegalandong Slawi Kabupaten Tegal ricuh, Jumat (2/2). Pemicunya, diduga ada narapidana (napi) yang sengaja memasukkan obat ke dalam lapas tersebut secara sembunyi-sembunyi.

Informasi di lokasi, kericuhan bermula ketika petugas lapas curiga dengan adanya seorang napi yang memasukkan obat tidak melalui prosedur yang ditetapkan. Kabarnya, obat itu digunakan untuk mengobati gatal-gatal yang sedang dialami sejumlah napi. Petugas yang curiga kemudian hendak melakukan pemeriksaan di dalam blok yang ditempati para napi tersebut.

Saat hendak diperiksa, para napi di blok itu menolak. Hal ini sempat menimbulkan kericuhan di dalam kompleks lapas karena adanya salah satu napi yang diduga sebagai provokator. Untuk mencegah kericuhan meluas, sejumlah personel Polres Tegal bersenjata laras panjang sekitar pukul 10.00 langsung terjun ke dalam lapas. Mereka kemudian melakukan pengamanan hingga kondisi lapas kembali kondusif. Kapolres Tegal AKBP Heru Sutopo didampingi Wakapolres Kompol Muhammad Purbaya juga terlihat mendatangi lapas.

“Penyebabnya ada napi memasukan obat tidak sesuai prosedur. Menurut mereka obat kulit, tapi sembunyi-sembunyi. Jadi menimbulkan kecurigaaan? lapas,” kata Kompol Muhammad Purbaya di lokasi.

Kepala Lapas Klas IIB Slawi Agus Prakosa membenarkan adanya kericuhan tersebut. Menurutnya petugas hendak melakukan pemeriksaan karena obat yang dimasukkan diam-diam ke dalam lapas dan merupakan obat jenis kapsul yang rawan disalahgunakan.

“Memang mereka membawa obat ke dalam, sembunyi-sembunyi tidak terbuka. Kalau terbuka membawa obat, tentunya kita akan akomodasi. Obatnya juga kapsul, bisa dimasuki obat terlarang,” terangnya.

Menurut Agus, selain tidak melaporkan ke petugas, jumlah obat jenis kapsul yang dibawa ke dalam kompleks lapas juga menimbulkan kecurigaan sehingga petugas melakukan pemeriksaan.

“Jumlahnya juga melebihi yang diperlukan. Karena jumlahnya banyak? itu ada kecurigaan. Jadi kita periksa dulu. Kemudian ada napi pindahan dari Jakarta (Lapas Cipinang), mereka mungkin ada rasa solidaritasnya. ?Menyampaikan aspirasi, tapi tidak sesuai prosedur. Jadi itu menimbulkan suasana gaduh,” ungkapnya.

Agus menyebut upaya penanganan situasi di dalam lapas sudah dilakukan dengan melibatkan kepolisian, tapi diakuinya? masih belum maksimal. “Kita akan tingkatkan lagi penanganannya,” tandasnya. (yer)

Facebook Comments