Nasional

Ajarkan Cara Berkampanye yang Baik

JAKARTA – PDIP memberikan perhatian khusus kepada para calon kepala daerah (cakada) yang diusung. Para cakada tersebut diwajibkan mengikuti sekolah partai. Salah satu yang diajarkan adalah kampanye yang baik.

Sekolah untuk cakada digelar di Wisma Kinasih, Depok, kemarin (28/1). Semua pasangan calon (paslon) yang didukung PDIP hadir. “Salah satu syarat minimalnya, harus ikut sekolah partai,” terang Wasekjen DPP PDIP Ahmad Basarah di sela-sela acara. Menurut dia, sekolah partai diadakan sejak pilkada 2015. Mengikuti kegiatan itu merupakan kewajiban bagi cakada yang mau maju lewat PDIP.

Basarah menyatakan, partainya tidak sekadar memberikan rekomendasi sebagai tiket untuk maju di pilkada. PDIP ingin, ketika menang, para kandidat tersebut bisa melaksanakan visi, misi, dan cita-cita partai dalam memimpin daerah. “Sekolah partai ini semacam pembekalan,” tuturnya.

Dalam kegiatan itu, PDIP mengajarkan model kampanye tanpa politik uang dan tidak mengeksploitasi isu SARA. Ketua Fraksi PDIP di MPR itu menyatakan, partainya ingin semua paslon memegang prinsip dan aturan hukum. Baik ketika berkampanye maupun setelah memenangi pilkada.

Materi tentang pemerintahan juga disampaikan. Para menteri akan menjadi pemateri. Ada pula materi dari kepala daerah yang sukses memimpin wilayahnya. Pengalaman mereka dalam memimpin sangat penting untuk disampaikan kepada para paslon. Basarah menyatakan, sekolah politik akan berlangsung selama lima hari.

Sekolah partai angkatan ke-6 itu dibuka Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Namun, pengarahan dari presiden ke-5 RI itu berlangsung tertutup.

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto menerangkan, waktu lima hari sangat penting untuk memberikan arahan bagaimana memimpin rakyat dan membangun daerah. “Harus mampu membumikan Pancasila dalam seluruh kehidupan kita,” tuturnya.

Alumnus Universitas Gadjah Mada itu menuturkan, Megawati menyampaikan bahwa calon pemimpin harus dipersiapkan. Karena persiapan tersebut, PDIP tetap kukuh walau diserang berbagai isu dan fitnah. (lum/c11/oni)

Facebook Comments