Features

Kicau Burung, Antara Hobi dan Untung

*Geliat Ekonomi Berbasis Masyarakat

Modal hobi memelihara burung, ternyata bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah yang bisa disebut untung bagi sebagian orang. Bahkan, bagi sebagian orang menjadi ladang untuk mencari rezeki bagi anak dan istri, seperti apa keunikannya?

Kicau Burung, Antara Hobi dan Untung

KOLEKSI – Sejumlah pedagang menggelar koleksi burung kicau yang menjadi magnet bagi penggemar hobi untuk mendatangkan pundi uang.
SYAMSUL FALAK/RATEG

Suasana teduh dan riuh kicauan burung, menjadi pemandangan khas di sepanjang Jalan Semeru, Kolonel Sudiarto, menggelar berbagai macam jenis burung yang ditawarkan kepada calon pembeli. Bahkan, suasana ramai pecinta kicau mania akan lebih membludak pada akhir pekan yakni setiap Sabtu dan Minggu. Sebab, banyak penggemar burung yang ingin menambah koleksi berburu peliharaan baru, membeli pakan kandang dan pakan burung, atau sekedar hanya melihat – lihat.

Hobi burung kicau yang mendatangkan untung, disampaikan Ahmadi, 35, penjual berbagai jenis burung kicau asal Slerok sejak tiga tahun terakhir. Menurutnya, meski selalu mengakibatkan arus lalu lintas tersendat justru itu membuktikan tingginya antusiasme masyarakat pecinta burung dalam mengembangkan potensi ekonomi dari sektor jual beli burung.

“Bagi pemilik hobi, banyak alasan untuk memelihara burung kicauan, hias, atau hanya sekedar merpati kolong,” ungkapnya kepada Radar Tegal.

Keuntungan hobi memelihara burung kicau, tutur Ahmadi, bisa disesuaikan kebutuhan untuk menambah koleksi atau menjual kembali burung kicau. Bahkan, tak jarang sesama pencinta burung bisa saling berbagi informasi dan tips dalam merawat burung peliharaan mereka. Selain itu, perputaran roda ekonomi bisa berjalan melalui transaksi jual beli dari penggemar kicau mania sekaligus wadah dalam menyalurkan hobinya.

“Paling diburu, diantaranya kacer, murai batu, kenari, pleci, panca warna, cendet, kolibri, love bird, dan trucukan,” ujarnya.

Penjual burung lainnya, Rozak, 42, warga Pesurungan Kidul menjelaskan, aktifitas jual beli pakan, burung, dan acecoris kicau mania sudah dia geluti sejak 20 tahun terakhir setelah jatuh cinta pada kicauan burung murai batu. Berawal dari hobi, dia dan beberapa temannya sesama pencinta burung memilih untuk berbisnis jual beli burung kicau yang sesuai dengan hobinya.

“Mahal atau murah, tergantung kualitas kicau burungnya. Karena, harganya juga berfariatif mulai Rp 50 ribu sampai Rp 3 jutaan,” tutur Rozak.

Selain burung kicauan dan hias, Rozak menambahkan, beberapa acecoris yang menjadi incaran pengunjung diantaranya kandang burung, makanan, hingga pernak pernik hiasan kandang burung. Dengan menggunakan peluang usaha tersebut, dia mengaku bisa bertahan dan menekuni profesi sekaligus hobinya untuk menafkahi istri dan ketiga anaknya.

“Saat lagi ramai, omset perhari bisa mencapai Rp 2 juta. Tapi kalau lagi sepi, ya tidak ada pemasukan sama sekali,” tandasnya. (Syf)

Facebook Comments