Neutron Yogyakarta
Radar Kendal

Pemkab Kendal-Pelindo III Dikritisi

*Terkait Kerjasama

KENDAL – DPRD Kabupaten Kendal mempertanyakan kerjasama Pemkab Kendal bersama Pelindo III, terkait kejelasan bentuk dan kompensasi yang diterima Pemkab Kendal.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi C DPRD Kendal, Nasri, pada wartawan, Kamis (25/1). Kata dia, kerjasama pengelolaan pelabuhan jangan malah menjadi beban keuangan dari pemkab. Jika hibah berbuntut konsekwensi. Misalkan diserahkan pemeliharaan dan pengelolaan murni ditangani pemerintah daerah.

“Itu tentu bisa memberatkan Pemkab. Pengelolaan pelabuhan niaga yang bekerjasama dengan Pelindo III harus mengedepakan kepentingan bersama,” kata dia.

Nasri mengungkapkan, perlu pertemuan dengan semua pihak, karena di pelabuhan niaga tersebut terdapat aset milik pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat. Belum lagi investasi dari Pelindo III yang bakal mencapai nilai triliunan rupiah.

“Aset milik pemkab sangat besar karena pengembangan pelabuhan sudah dilaksanakan sejak 2004,” ujar dia.

Hal senada diungkapkan Ketua Fraksi PDIP DPRD Kendal, Ahmad Suyuti. Kata dia, pengembangan dan pengelolaan pelabuhan niaga harus mampu mensejahterakan rakyat Kendal. Yang terpenting lagi, pelabuhan niaga tidak menjadi beban Pemerintah Kendal, tetapi investasinya dapat menguntungkan pemerintah daerah.

“Ingat, beban pemkab akan terus bertambah, karena mengelola pelabuhan butuh dana besar. Sehingga pengelolaananya harus berjalan seimbang,” kata dia.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kendal, Suharjo, mengatakan, aset milik pemerintah pusat di pelabuhan Kendal meliputi pelabuhan laut senilai Rp 97 miliar dan darat Rp 234 miliar. Pengelolaan Pelabuhan Tanjung Kendal dilakukan melalui kerja sama antara Pemkab Kendal, Pemprov Jateng, Pusat, dan Pelindo III. Pembagian hasilnya, berdasarkan aset yang dimiliki di Pelabuhan Kendal tersebut.

“Hingga kemarin, Pembangunan Tanjung Kendal sudah menghabiskan dana Rp 537,8. Yakni berasal dari APBD Kendal Rp 165,8 miliar, APBD Jateng Rp 40 miliar, dan APBN Rp 243 miliar,” kata dia. (nur)

Penulis: Nur Kholid Ms | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments