Radar Batang

Pertama di Indonesia, Awasi Dana Desa dengan SIPADAN

Sipadan

RESMIKAN – Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono didampingi Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga dan Bupati Batang, Wihaji saat melaunching aplikasi SIPADAN, Kamis (28/12).
M Dhia Thufail

BATANG – Pengawasan Dana Desa kini akan semakin rapi dan ketat, terlebih setelah diluncurkannya aplikasi online bernama SIPADAN (Sistem Informasi Pengawasan Dana Desa). Dengan ini, bisa menjadi senjata ampuh bagi Babinkamtibmas untuk mencegah terjadinya kejahatan korupsi di desa desa.

“Aplikasi SIPADAN merupakan bagian pendampingan dana desa oleh para Bhabinkamtibmas, agar dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran. Oleh karenanya, aplikasi ini sebagai pengawasan Dana Desa yang sudah tersistem dengan keuangan dana desa. Aplikasinya terintegrasi dengan aplikasi yang di buat oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP),” ungkap Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono, saat melaunching secara resmi Grand Design SIPADAN di Pendopo Kantor Bupati Batang, Kamis (28/12).

Menurut Condro Kirono, Dana Desa memang butuh semakin banyak pengawasan, karena setiap tahun Presiden akan terus menambah jumlah dana yang diberikan. Untuk itu, agar sesuai tujuan semula harus diawasai dengan baik. Sehingga bisa tercapai kesejahteraan adil dan makmur, sehingga kesenjangan kemiskinan bisa terkurangi.

“Dalam aplikasi ini, bisa diketahui mulai dari perencanaan dana desa dan pelaksanaan serta pengawasanya bersama polisi melalui BabinKamtibmas, apakah betul betul pekerjaanya dilakukan oleh warga desa, yang dengan harapan bisa tepat sasaran dan tepat manfaat,” kata Kapolda.

Terobosan aplikasi ini, kata Kapolda, juga menjadi yang pertama di Jawa Tengah, bahkan di Indonesia. Maka dari itu, aplikasi ini akan dintegrasikan dengan aplikasi yang di miliki oleh Polda yaitu Smile Police yang akan kita angkat untuk seluruh Polda Jawa Tengah. Sehingga bisa melihat kinerja Babinkamtibmas di seluruh Polda Jawa Tengah.

“Digitalisasi pelaporan dana desa ini hanya ada di Batang dan satu-satunya di Indonesia. Sehingga, bisa digunakan untuk mencegah lembaga pengawasan eksternal yang hanya untuk kepentingan diri sendiri dengan mengancam kepala desa. Karena kepala desa juga tidak sendirian, tapi bersama polisi,” jelasnya.

Sementara, Bupati Batang Wihaji menambahkan, aplikasi SIPADAN ini merupakan hasil inisiasi Pemkab Batang bersama Polres Batang. Tujuannya supaya proses pengelolaan keuangan dana desa dapat transparan, tepat sasaran dan tepat manfaat bagi masyarakat.

“Kapolres Batang yang memiliki jargon ‘Menyambung Peseduluran dan nge Wongke Wong’, sangat luarbiasa. Karena dari inisiasi SIPADAN ini, sangat membantu masyarakat Kabupaten Batang dalam pembangunan,” kata Bupati Wihaji.

Disampaikan juga oleh Bupati, bahwa sudah menjadi pemahaman Kepala Desa untuk mengelola dana desa yang transparan dan sampai saat ini mereka sudah siap. “Peluncuran aplikasi SIPADAN ini merupakan bagian dari komitmen Kepala Daerah dan Kepala Desa untuk mengawasi bersama dari mulai Rencana Keuangan Anggaran Pembangunan Desa (RKAPD), sampai Rencana Anggaran Pembangunan Belanja Desa (RAPBDes) yang bisa di akses setiap saat oleh Kepolisian melalui Bhabinkamtibmasnya,” tandasnya. (fel)

Penulis: M. Dhia Thufail & Redaktur: Dony Widyo

Facebook Comments